Inilah Kisah Pasangan Pembuat Vaksi Palsu yang Terkenal Santun, Hingga Adanya Banyak Bayi yang Meninggal Dunia



Healmagz.com - Aparat Bareskrim Mabes Polri membongkar jaringan peredaran vaksin palsu yang diperuntukkan bagi balita. Dua dari sepuluh pelaku yang dibekuk merupakan pasangan suami istri (pasutri), yakni Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina.

Menurut penelusuran merdeka.com di akun facebook Rina Agustina, terlihat kehidupan perempuan tersebut cukup mewah dengan menempati rumah berlantai 2 di Jalan Kumala 2 Blok M, Nomor 29, Bekasi.

Rumah tersebut juga terdapat kolam renang bergaya minimalis di bagian belakangnya. Dan terparkir satu unit mobil Mitsubishi Pajero di garasi rumah.




Dari foto yang didapat, nampak pasangan suami istri tersebut masih terlihat cukup muda dan kerapkali mengunggah aktivitas mereka yang dilakukan bersama-sama.

Sayangnya, kini akun itu sudah tidak dapat diakses.


Saat dikonfirmasi, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya membenarkan jika kedua orang yang ada di foto tersebut merupakan pasutri pelaku pembuat vaksin palsu.

"Iya betul (Pelakunya)," singkat Agung kepada merdeka.com, Minggu (26/6).

Sebelumnya, terkuaknya kasus praktik peredaran vaksin palsu untuk bayi berawal dari informasi masyarakat dan pemberitaan di media massa mengenai adanya banyak bayi yang meninggal dunia setelah diimunisasi.







Berbagai cercaan bermunculan, mulai dari kata-kata sadis, teroris sejati, tak punya hati hingga berbagai kata-kata kutukan lainnya. Netizen pun mengaku jengah setelah mengetahui fakta-fakta yang bikin ngilu.


Produksi vaksin sejak 2003, pelaku pamer rumah dan mobil mewah dan informasi yang didapatkan pasutri ini terkenal religius. Di mata tetangga pasutri ini dikenal baik dan si pria rajin beribadah.


"Kemewahan, kesantunan, religius di atas penderitaan orang lain. Memuakkan..." Demikian tulis netizen Wahyu Widayat.


"Sepasang Psikopat, korbannya bayi dan anak2," tulis akun dengan nama Suma Aji Swasana.


Netizen lainnya Nina Budiono juga membagikan foto sosok pelaku, rumah serta mobil mewah pelaku sambil menulis, "Ngene iki lho sing jenenge teroris sejati...

‪#‎medeni_cak‬ (seperti ini yang namanya teroris sejati, menakutkan teman)."


Masih banyak hujatan netizen lainnya mengingat dampak yang didapatkan sangat mengerikan.


Dikutip dari Kompas.com, muncul keresahan dari banyak orangtua setelah terungkapnya pemalsuan vaksin ini. Apa akibatnya jika anak mendapat vaksin palsu


Vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe, M.Sc-VPCD mengungkapkan, risiko terberat adalah analah anak terkena infeksi.


Pembuatan vaksin palsu tentu tidak steril dan tidak mengikuti prosedur seperti pembuatan vaksin asli.


"Tentu dengan cara tidak steril, bisa banyak kuman. Kalau cairan penuh kuman ini disuntikkan ke tubuh, orang bisa infeksi," kata vaksinolog lulusan University of Siena, Italy ini saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/6/2016).


Gejala infeksi tersebut antara lain demam tinggi disertai laju nadi cepat, sesak napas, dan anak sulit makan.


Jika anak hanya demam saja setelah divaksin, orangtua tak perlu khawatir, karena beberapa vaksin memang bisa membuat anak demam.


Menurut Dirga, jika terakhir kali vaksinasi pada dua minggu lalu dan tidak muncul gejala tersebut, kemungkinan besar anak tidak terkena infeksi.


Dirga mengatakan, dampak lainnya dari pembuatan vaksin palsu sebenarnya tergantung bahan apa yang digunakan.


"Puslabfor Polri harus menyelidiki apa yang dicampukan di vaksin palsu itu. Dari situ bisa kita cari, ada enggak laporan masyarakat yang setelah vaksinasi mengalami gejala tersebut," ujar Dirga.


Sementara itu, jika anak mendapat vaksin palsu, tentu tidak akan mendapat efek memberi perlindungan sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu, malah berbahaya bagi tubuh bayi tersebut, hingga menyebabkan meniggal dunia. tribunnews/beritateratas.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Kisah Pasangan Pembuat Vaksi Palsu yang Terkenal Santun, Hingga Adanya Banyak Bayi yang Meninggal Dunia"

Post a Comment